October 21, 2021

  • Instagram

[Review VGA] AMD Radeon RX 5600XT By Jagatreview

AMD Radeon RX 5600XT hadir pada akhir Januari 2020 lalu, dan langsung menjadi salah satu alternatif menarik GPU kelas mainstream. Berdasarkan data yang kami miliki dari hasil review RX 5600 XT, GPU tersebut memiliki hasil yang baik dari segi overall performance dan juga performance-per-watt untuk kelas harganya. Saat GPU ini rilis, NVIDIA bahkan menurunkan harga beberapa GPU RTX 2060 yang nampak terjadi karena rilisnya RX 5600 XT. Ini semua membuat pilihan GPU di rentang harga di bawah 5 Juta Rupiah menjadi makin banyak bagi pengguna.

Pengujian : Radeon RX 5600XT dengan CPU kelas Mainstream

Satu hal yang sering ditanyakan saat GPU baru rilis adalah seputar ‘pasangan’ prosesor yang optimal baginya. Reviewer kartu grafis umumnya menggunakan prosesor high-end beperforma tinggi, untuk menunjukkan kemampuan GPU tersebut pada best-case scenario, dan meminimasi penalti performance pada beberapa game test yang cpu-intensive, dimana performa prosesor memberikan pengaruh yang cukup signifikan.

Kami di JagatOC/JagatReview juga menggunakan prosedur serupa, dimana testbed GPU utama kami adalah Intel Core i9-7900X ‘Skylake-X’ yang ada di platform X299. Namun, kami cukup paham bahwa pengguna kelas GPU tertentu seperti kelas mainstream ke bawah, yang kadang mengkombinasikan GPU tertentu dengan prosesor kelas menengah juga untuk menghemat dana. Untuk itu, kami juga kadang menyertakan pengujian tertentu dengan beberapa kelas prosesor berbeda untuk data tambahan.

Kali ini kami akan menguji ulang Radeon RX 5600 XT dengan prosesor kelas mainstream, dengan Ryzen 5 2600 menjadi pilihan kami.

Catatan : Analisis Radeon RX 5600 XT pada CPU Mainstream adalah pengujian tambahan untuk melengkapi Review AMD Radeon RX 5600 XT di JagatReview.

Baca review selengkapnya pada link di bawah ini :

Review AMD Radeon RX 5600 XT

Pengujian oleh Ivan Rachmatsyah Akbar ‘IvanCupa’

Analisis dan Penulisan oleh Alva Jonathan ‘Lucky_n00b’

Ruang Lingkup & Metode pengujian

Pengujian kami lakukan dengan mengulang sebagian besar game test 1080p kami pada review utama (Minus Battlefield V karena sesi pengujian kami diganggu oleh forced update), hanya saja pengujian ini dikerjakan pada Ryzen 5 2600. Tentu, semua game sudah di-update hingga versi terkini.

Daftar Game Test & Detail

Note : Average FPS

Pada waktu pengujian awal RX 5600 XT dilangsungkan, kami hanya memiliki waktu untuk melakukan eksplorasi pada average FPS, dan kami tidak melakukan pengukuran mendetail pada 99th percentile frametime / 1% Min FPS yang biasa kami kerjakan. Maka pengujian kami ini juga hanya berkisar pada eksplorasi average FPS juga.

Baca juga:   Review Zotac RTX 3080 TI Holo Black | Kios Komputer

Testbed – CPU High-end

Sistem yang digunakan untuk pengujian adalah sebagai berikut:

  • Prosesor: Intel Core i9-7900X ‘Skylake-X’
  • Motherboard: MSI X299 XPOWER GAMING AC
  • RAM: G.Skill TridentZ RGB DDR4-3600CL16 4x8GB (Run @ DDR4-3200 CL16)
  • CPU Cooler: Noctua NH-C14

Testbed – CPU Mainstream

  • Prosesor: AMD Ryzen 5 2600
  • Motherboard: MSI B450M PRO-VDH
  • RAM: G.Skill TridentZ RGB DDR4-3600CL16 2x8GB (Run @ DDR4-2933 CL16)
  • CPU Cooler: AMD Wraith MAX

Testbed – Komponen Umum

  • VGA: Sapphire PULSE RX 5600 XT 6GB (AMD Reference Spec BIOS 150W 12Gbps)
  • SSD: Galax SSD 256GB SATA / ADATA SX8200 Pro 1TB nvme
  • PSU: Corsair AX1200i
  • Case: No Case, Open Bench Table (suhu ambient 25C)
  • OS: Windows 10 64-bit (1903 Update)

Keterangan:

  • Kecuali dinyatakan berbeda, kedua prosesor di pengujian ini dites dengan keadaan default untuk mencerminkan kondisi real-world.
  • Ryzen 5 2600 menggunakan konfigurasi RAM 2x8GB DDR4-2933 CL16 karena menurut observasi kami ini adalah konfigurasi yang termasuk umum digunakan user di kelas harga ini
  • Radeon RX 5600 XT yang kami uji saat pengujian berlangsung masih menggunakan AMD Reference Stock BIOS (150W 12Gbps), bukan konfigurasi Pre-overclocked dari Sapphire PULSE.

System Summary (CPU-Z)

Radeon RX 5600 XT 1080p Gaming : CPU High-end vs Mainstream

Average FPS

*klik untuk memperbesar

Relative Performance (Core i9-7900X = 100%)

*klik untuk memperbesar

Nampak pada pengujian di atas, meskipun skenario uji kami menggunakan resolusi 1080p, nampak jelas bahwa sebagian besar game masih berjalan dalam kondisi GPU-Bound, dimana limitasi performance-nya adalah GPU. Ini menyebabkan tidak banyak perbedaan performa berarti antara Ryzen 5 2600 dengan CPU High-end Core i9-7900X, dan hanya ada 2(dua) buah game, yakni Far Cry 5 dan Assassin’s Creed Odyssey yang menunjukkan perbedaan cukup kentara dari segi average FPS dari kedua sistem.

Pengujian tambahan 1 : Assassin’s Creed Odyssey CPU Scaling di RX 5600 XT

Kami mencoba melihat lebih dekat pada Assassin’s Creed Odyssey ini, dan menambahkan beberapa konfigurasi prosesor lain, seperti :

  • Ryzen 7 3700X ‘Matisse’ (dengan RAM DDR4-2933 CL16, Motherboard B450 sama dengan Ryzen 5 2600)
  • Core i5-9400F ‘Coffee Lake’ (dengan RAM DDR4-2666 CL16 karena limitasi motherboard B360)

Kami juga menambahkan hasil Ryzen 5 2600 yang kami overclock manual ke 4.1 Ghz, dan RAM-nya berjalan di DDR4-3333. Berikut hasilnya :

Baca juga:   [Review Processor] Review Intel Core i9-10900K dengan ASUS ROG Maximus XII Hero WiFi By Jagat Review

*klik untuk memperbesar

Ryzen 5 2600 yang kami overclock manual ke 4.1 Ghz dan DDR4-3333 CL16 menunjukkan beda performa 14% dibanding konfigurasi default dengan DDR4-2933. Mengingat Assassin’s Creed Odyssey juga termasuk sensitif dengan performa RAM dan CPU Cache, nampak bahwa AMD Ryzen 7 3700X yang kami uji juga menunjukkan keunggulan besar dibanding 2600.

Yang unik adalah hasil dari Intel Core i5-9400F, yang meskipun hanya menjalankan pengujian dengan DDR4-2666 CL16 2x8GB karena limitasi motherboard, masih menunjukkan performa yang termasuk memadai.

Pengujian tambahan 2 : Perbandingan CPU Scaling antara RX 5600XT dan GTX 1660 SUPER

Penurunan performa yang drastis dari testbed CPU high-end ke CPU Mainstream ini pada RX 5600 XT membuat kami melakukan pengujian tambahan lagi dengan GPU kelas di bawah-nya, yakni GTX 1660 SUPER.

Tujuan pengujian ini bukan membandingkan kedua GPU yang jelas memiliki performa berbeda, namun melihat perbedaan karakteristik keduanya saat dipasangkan ke prosesor lebih rendah.

Jadi, kami menguji RX 5600 XT dan GTX 1660 Super pada 2 CPU yang berbeda, menghasilkan 4 konfigurasi:

  • RX 5600XT + CPU High-end (Core i9-7900X)
  • RX 5600 XT + CPU Mainstream (Ryzen 5 2600)
  • GTX 1660 SUPER + CPU High-end (Core i9-7900X)
  • GTX 1660 SUPER + CPU Mainstream (Ryzen 5 2600)

Berikut hasilnya:

*klik untuk memperbesar

Keterangan:

RX 5600 XT yang diposisikan di atas GTX 1660 Super dari kelas harga, nampak memiliki performa lebih kencang dari GTX 1660 Super. Namun dari pengujian pendek yang kami lakukan pada 4 game ini menunjukkan bahwa ada game yang menunjukkan penurunan performa lebih jauh pada saat GPU AMD dipasangkan dengan CPU kelas mainstream-nya.

Assassin’s Creed Odyssey pada RX 5600XT yang dijalankan pada Ryzen 5 nampak menunjukkan perbedaan yang lumayan besar, seperti yang sudah kami bahas di atas.

Uniknya, penurunan performa yang sama tidak terjadi pada GPU NVIDIA GTX 1660 Super. GTX 1660 Super yang dipasangkan dengan Ryzen 5 2600 bahkan bisa berjalan lebih kencang dari RX 5600 XT yang dipasangkan pada CPU serupa – dan kami menguji ini berulang kali untuk memastikan bahwa kami tidak salah membaca.

Baca juga:   Review VGA PALIT GeForce RTX 3060 Ti Dual OC by Gaptech.id

Performa RX 5600 XT pada ACO baru terlihat cukup jauh pada saat GPU-nya dipasangkan dengan CPU kencang.

ACO – RX 5600XT & GTX 1660 SUPER pada CPU High-end & Mainstream

*klik untuk memperbesar

Sebaliknya, pada Shadow of the Tomb Raider DX12, baik GTX 1660 Super maupun RX 5600 XT tidak menunjukkan perbedaan saat berpindah dari CPU high-end ke CPU mainstream. GRID 2019 DX12 pun memperlihatkan bahwa pada kedua GPU, penurunan performa saat turun dari CPU high-end ke CPU mainstream tergolong serupa.

Penutup

Pengujian GPU RX 5600 XT dengan CPU kelas mainstream memberikan data yang menarik. Kami menemui bahwa pada sebagian besar pengujian game yang kami jalankan tidak ada perbedaan signifikan antara penggunaan CPU High-end i9-7900X dan CPU Mainstream Ryzen 5 2600, tapi ada game yang menunjukkan perkecualian untuk ini, yakni Assassin’s Creed Odyssey dan Far Cry 5 (dengan perbedaan paling jauh terdapat pada Assassin’s Creed Odyssey).

Pada 5600XT, Assassin’s Creed Odyssey menunjukkan performa optimal hanya pada CPU yang kencang, namun kami menemukan bahwa GPU dari pesaingnya yakni GTX 1660 Super tidak menunjukkan karakteristik yang sama. Walaupun jelas GTX 1660 Super lebih lemah dari RX 5600 XT pada hampir semua pengujian, satu pengujian pada Assassin Creed Odyssey ini menunjukkan bahwa GTX 1660 SUPER bisa unggul dari RX 5600 XT, kalau CPU-nya sama-sama dipasangkan Ryzen 5 2600.

(Ini sedikit lucu, karena masih banyak penggemar AMD yang masih mempercayai mitos bahwa CPU AMD harus dipasangkan dengan GPU AMD supaya optimal, ternyata pengujian spesifik di satu game tersebut menunjukkan pada penggunaan ryzen 5 2600, GTX 1660 SUPER bisa lebih optimal :p)

Tentu, pengujian pada satu skenario spesifik seperti Assassin’s Creed Odyssey tidak bisa digeneralisasi ke semua game. Bagi Anda yang merencanakan untuk membeli RX 5600 XT dan bermain pada resolusi 1080p, CPU kelas mainstream seperti Ryzen 5 2600 tidak menjadi problem pada sebagian besar pengujian yang kami jalankan.

Sumber : .jagatreview.com

About The Author

Related posts

Leave a Reply