July 13, 2020

EA Akan Bekerja Keras pada Game Star Wars Baru

Setelah kesuksesan besar Star Wars: Battlefront, Jedi Fallen Order, dan Galaxy of Heroes, EA nampak ingin meningkatkannya. Dengan Star Wars, EA memiliki salah satu lisensi yang paling dicari di semua hiburan dan EA berencana untuk memanfaatkannya dengan maksimal. Dalam Fireside chat, eksekutif EA berbicara tentang bagaimana perusahaan berencana untuk “double down” pada Star Wars setelah kesuksesan besar Star Wars: Battlefront 1 dan 2, Galaxy of Heroes, dan Jedi Fallen Order baru-baru ini. EA merencanakan permainan baru pada bulan Oktober ini yang sepertinya kembali ke tema pertempuran ruang angkasa. Hal Ini terlepas dari beberapa proyek yang dibatalkan selama bertahun-tahun, termasuk game third person action yang menyerupai Star Wars 1313 yang juga dibatalkan.


“Naik adalah harapan saya – ke atas dan ke kanan,” CEO EA Andrew Wilson mengatakan di mana ia berharap perusahaan akan membawa Star Wars ke masa depan. “Kami memiliki hubungan yang luar biasa dengan Disney. Kami memiliki hubungan yang luar biasa dengan Lucas. Kami memiliki hubungan yang lama dengan mereka semua sejak Star Wars The Old Republic yang kami luncurkan pada 2011.”

Wilson menyebutkan Star Wars: Battlefront 1 dan 2 merupakan top-performer dari kemitraan EA dengan Disney di Star Wars. Game-game itu bila digabungkan telah menjual sekitar 35 juta copies. Wilson menambahkan bahwa game mobile Star Wars: Galaxy of Heroes telah menikmati kesuksesan yang luar biasa. Selain itu kesuksesan besar lainnya adalah Star Wars Jedi Fallen Order terjual 10 juta copies. Battlefront 2 juga merupakan keberhasilan besar meskipun adanya masalah awal terkait dengan transaksi mikro.

Game Star Wars EA berikutnya adalah Star Wars Squadron. Sebuah permainan dogfighting, Squadron mengejar pasar yang lebih kecil dari Battlefront atau Jedi Fallen Order, kata Wilson. Game ini akan dirilis di Xbox One, PS4, dan PC.


Bahkan jika Skuadron tidak menjual sebaik game Star Wars EA lainnya, Wilson mengatakan dia senang dengan luasnya game yang telah dibuat EA dari kemitraannya dengan Disney dan Lucas. “Kami telah sukses dalam first person shooter, dalam RPG, dalam petualangan aksi, dalam MMORPG, di ponsel, dan saya percaya kita akan sukses dengan Squadron juga,” kata Wilson. “Kami akan bekerja keras pada kemitraan itu. Disney akan terus berkomitmen pada IP dan canon.”

Jorgensen melanjutkan dengan mengatakan bahwa EA berada dalam posisi langka di mana EA diizinkan untuk membuat karakter dan konten yang sepenuhnya baru untuk Star Wars universe berkat kemitraan kreatifnya yang kuat dengan Disney. Sebagai contoh, Jedi Fallen Order menampilkan sejumlah karakter baru yang canon, sementara Squadron akan membawa pemain ke tempat-tempat di galaksi Star Wars yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Sejarah EA dengan Star Wars belum sepenuhnya berjalan lancar, karena Battlefront II dikecam keras sebelum dirilis karena penggunaan transaksi mikro dan loot boxes. Sebagai tanggapan, EA menghapus loot boxes dari Battlefront II untuk rilis publiknya, sementara transaksi mikro kembali setelah beberapa lama, pemain tidak bisa lagi menggunakan uang asli untuk membeli loot boxes yang bisa berisi item yang mempengaruhi gameplay.

Kontroversi ini memicu perdebatan baru tentang loot boxes di video game – banyak politisi bahkan memperhatikan dan memikirkan untuk membuat undang-undang seputar penerapannya. Walau hal Itu tidak pernah terjadi, tetapi ESRB sekarang menyertakan pemberitahuan tentang pembelian dalam game pada video game yang dijual di AS.


Melihat kedepan, EA mungkin akan menghadapi lebih banyak kritik di tahun-tahun mendatang jika menerapkan sistem taruhan baru seperti yang baru-baru ini diusulkan.

About The Author

Related posts

Leave a Reply