October 18, 2021

  • Instagram

Windows 10 Lemot, Coba 5 Cara Ini Buat Mengatasinya

Windows 10

Meskipun Microsoft membuat banyak pembaruan, namun banyak orang mengeluhkan soal Windows 10. Yakni sistem operasi itu disebut lambat atau sering nge-lag.

Windows 10 yang sering nge-lag ini pasti akan membuat pengalaman pengguna terganggu. Ini jelas akan membuat pekerjaan menjadi lambat dan membuang waktu.

Namun masalah lambat bukan hanya disebabkan oleh Sistem Operasi. Bisa saja dari RAM yang rendah atau karena adanya virus atau malware hingga program berat yang berjalan di latar belakang.

Ini lima cara untuk menghadapi Windows 10 yang lambat, dikutip dari Appuals, Selasa (28/9/2021):

1. Matikan Program yang Tidak Perlu

Kamu harus mematikan program yang tidak diinginkan. Ada begitu banyak program yang berjalan di layar belakang dan menggunakan sebagian dari sumber daya.

Inilah yang bisa menyebabkan Windows menjadi lambat. Apalagi jika program yang berjalan di background cukup banyak jumlahnya.

Untuk menonaktifkan program yang tidak perlu, berikut caranya:

  1. Tekan dan tahan tombol CTRL, SHIFT, dan Esc untuk membuka task manager.
  2. Klik tab Startup.
  3. Sekarang lihat program yang ada di sana. Pilih salah satunya yang tidak kamu gunakan secara regular dan tekan Disable. Ikuti cara ini untuk tiap program yang kamu lihat di daftar.
Baca juga:   Jenis Casing PC Mana Yang Ideal Buat kalian?

2. Cek Drivers

Metode ini dilakukan untuk pengguna yang perangkatnya nge-lag setelah pembaruan Windows 10. Pada dasarnya, sistem operasi itu menyukai driver generiknya sendiri daripada driver pihak ketiga.

Artinya ada kemungkinan Windows 10 akan mengganti drivers lama saat menginstal pembaruan. Selain itu ada juga kemungkinan drivers kamu kemungkinan sudah jadul dan mungkin akan membuatnya lambat.

Untuk mengecek driver di komputer, simak caranya berikut:

  1. Tekan Windows dan tekan R
  2. Ketik devmgmt.msc dan tekan Enter.
  3. Sekarang cek driver penting khususnya Display Driver. Klik dua kali pada Display Adaptors dan double klik lagi pada tampilan perangkat juga.
  4. Klik tab Driver.

Lihat informasi yang dihadirkan, jika driver provider berganti artinya perangkat lambat karena pergantian driver. Tinggal klik tombol Uninstall dan ikuti instruksi yang ada di layar. Setelah tidak terpandang lagi, maka kamu bisa mengunduh dan memasang driver pihak ketiga atau kembali ke sebelumnya.

Jika masalah belum selesai juga, maka bisa memperbarui driver. Masuk ke website manufaktur dan lihat versi driver terakhir. Jika menemukan updated driver lalu download driver file, ikuti langkah ini:

  1. Tahan Windows dan tekan R
  2. Ketik devmgmt.msc dan tekan Enter
  3. Klik dua kali pada kategori perangkat yang ditemukan pada driver terakhir. Setelah menemukannya klik Display Adaptors.
  4. Klik kanan perangkat dan klik Update Driver Software.
  5. Pilih Browse my computer dor driver software.
  6. Klik Browse dan navigasikan ke lokasi dimana driver terunduh, pilih driver dan klik Open.
  7.  Klik Next dan ikuti instruksi tambahan pada layar.
Baca juga:   6 Penyebab Laptop Mudah Rusak, Siswa Harus Tahu!

3. Scan Virus

Ada kalanya Windows lambat karena virus, bersama dengan malware biasanya meng-install program di komputer. Program akan berjalan di latar belakang.

Program itu menggunakan sumber daya komputer dan internet, khususnya jika mengirimkan informasi penting kembali pada penjahat.

Kamu harus membuka program antivirus dan melakukan pemindaian pada sistem. Jangan lakukan scan cepat sebab itu tidak begitu efisien seperti pemindaian yang mendalam.

4. Fragmentasi

Sebagai catatan, jika memiliki SSD lewati saja cara ini. Sebab tidak ada gunanya untuk melakukan defragmentasi SSD.

Fragmentasi merupakan file dalam drive terfragmentasi di hard drive. Ini artinya bagian dari file tersebar berjauhan di hard drive. Ini akan memperlambat PC karena harus mengumpulkan bagian file dari seluruh Hard Disk.

Ini cara untuk melakukan defragmentasi, namun dengan catatan akan memakan waktu yang lama dan pastikan kamu tidak akan melakukan hal lain pada komputer:

  1. Tahan Windows dan tekan R.
  2. Ketik dfrgui dan tekan Enter.
  3. Pilih drive yang ingin didefragmentasi dan klik Analyze. Ini akan menunjukkan status drive dan sebanyak apa drive difragmentasi. Kamu harus melakukan defragmentasi jika drive lebih dari 10% terfragmentasi. Namun tidak ada kesulitan untuk melakukan defragmentasi meski drive tidak terfragmentasi hingga 10%.
  4. Saat analisis sudah selesai, kamu akan melihat status fragmentasi pada drive. Jika drive yang dipilih telah sangat terfragmentasi, pilih drive dan klik Optimize. Maka akan mulai proses defragmentasi.
Baca juga:   Perbedaan VGA AMD vs NVIDIA Serta Kelebihan & Kekurangannya

5. RAM

Terkadang masalahnya hanya karena kapasitas komputer. Sistem akan melambat jika komputer tidak memiliki RAM cukup untuk bekerja. Bahkan jika komputer kamu tidak lambat, direkomendasikan untuk memiliki ruang yang cukup pada RAM yang bisa didukung PC.

Kamu bisa mengupgrade RAM untuk memecahkan masalah jika itu alasan komputer nge-lag. Program seperti antivirus memakan banyak sumber daya. Memiliki RAM yang cukup akan memastikan sistem berjalan cukup cepat dengan antivirus yang diaktifkan.

Jadi buka website manufaktur komputer dan lihat model komputer yang dimiliki. Cek melihat seberapa banyak RAM yang dimiliki dan berapa banyak yang akan didukung. Jika kamu punya space dan uang maka upgrade RAM.

About The Author

Related posts

Leave a Reply